Varian B117, B1351, dan B1617 Corona Ada di Indonesia, Kemenkes Lakukan Genome Sequencing pada 1.228 Sampel

Dimatadunia.com adalah sebuah website yang membagikan sebuah fakta tentang yang ada di belahan dunia,yang selalu memberikan berita terupdate,sebuah jurnal akan membagikan sebuah cerita yang ada di dunia.sebuah jurnal tidak ada update tentang berita kebohongan dunia,tapi sebuah jurnal akan cerita tentang fakta yang ada di dunia.

Dimatadunia.comKementerian Kesehatan RI (Kemenkes) terus meneliti infeksi varian baru dari luar negeri yakni B117, B1351, dan B1617 COVID-19 di 786 laboratorium pemeriksa COVID-19.

Menurut Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi, surveilans genomik SARS-CoV-2 terus dikembangkan guna mengetahui karakteristik dari SARS-CoV-2 pada kesehatan. Selain itu upaya-upaya pelacakan kasus juga terus dilakukan sebagai bentuk pencegahan penularan COVID-19.

“Kalau kita bandingkan di akhir Desember itu kurang lebih hanya 140 sampel yang dilakukan genome sequencing, saat ini sudah sampai dengan angka 1.228 yang kita lakukan genome sequencing,” kata Nadia dalam konferensi pers daring, Selasa (4/5/2021).

Pemeriksaan 1.228 sampel dengan genome sequencing adalah salah satu upaya pemerintah untuk mewaspadai penambahan kasus B117, B1351, dan B1617 di Indonesia, tambah Nadia.

“Kita lihat pasien dengan varian ini di Jakarta ada 1 kasus, di Jawa Barat ada 5, di Kalimantan Timur ada 1, Bali ada 2, di Jawa Timur ada 1 kasus, di Sumatera Utara ada 2, dan di Sumatera Selatan ada 1 kasus.”

Hasil terakhir ini didapatkan dari pemeriksaan pada 30 April, kata Nadia.

Sepuluh Kasus B117 di Indonesia pada 2021

Nadia juga menyampaikan 10 kasus B117 yang ditemukan di Indonesia pada 2021. Kesepuluh kasus tersebut yakni:

-Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Arab Saudi asal Kabupaten Karawang yang diambil sampel pada 4 Februari 2021.

-PMI dari Arab Saudi asal Kabupaten Karawang yang diambil sampel pada 7 Februari 2021.

-PMI dari Arab Saudi asal Kota Balikpapan yang diambil sampel pada 12 Februari 2021.

-Tapin, Kalimantan Selatan yang diambil sampel pada 6 Januari 2021.

-Palembang, Sumatera Selatan yang diambil sampel pada 5 Januari 2021.

-Kota Medan, Sumatera Utara yang diambil sampel pada 26 Januari 2021.

-PMI asal Ghana, transit Qatar asal Kota Bogor, Jawa Barat yang diambil sampel pada 8 Februari 2021.

-Kabupaten Karawang (hasil dari tracing KE ks no. 1) pengambilan sampel 10 Maret 2021.

-Kabupaten Karawang (dari spesimen pos positif Lab Intibios) pengambilan sampel 17 Februari 2021.

-Kota Tanjung Balai (berasal dari spesimen pos positif Lab FK USU, Medan) pengambilan sampel 7 Maret 2021.

Sejauh ini warga negara Indonesia (WNI) yang terinfeksi B1617 dalam keadaan sehat, begitu pula PMI dari Arab Saudi yang terinfeksi B117 kini dalam keadaan sehat. WNI dengan varian B117 juga dalam keadaan sehat, kata Nadia.

Sedang, warga negara asing (WNA) India yang terjangkit B1617 kini sedang dirawat di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta dengan keadaan stabil. Namun, pasien dengan B1351 atau South African variant dinyatakan meninggal dunia pada 16 Februari 2021, tutup Nadia.