Harga Minyak Melonjak karena Harapan Permintaan yang Tinggi

Dimatadunia.com adalah sebuah website yang membagikan sebuah fakta tentang yang ada di belahan dunia,yang selalu memberikan berita terupdate,sebuah jurnal akan membagikan sebuah cerita yang ada di dunia.sebuah jurnal tidak ada update tentang berita kebohongan dunia,tapi sebuah jurnal akan cerita tentang fakta yang ada di dunia.

Dimatadunia.comHarga minyak naik lebih dari 1 persen pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi waktu Jakarta). Pendorong kenaikan harga minyak karena angka ekonomi China dan tingkat vaksinasi AS yang menunjukkan angka yang positif.

Dengan dua data yang positif tersebut menunjukkan adanya sinyal pemulihan ekonomi yang cepat di kedua negara sehingga akan mendorong permintaan akan minyak.

Namun, investor tetap harus waspada atas tingkat inveksi Covid-19 yang tinggi hingga memecahkan rekor di India. Negara tersebut merupakan importir ketiga terbesar di dunia.

Mengutip CNBC, Selasa (4/5/2021), harga minyak mentah Brent melonjak 80 sen atau 1,2 persen menjadi USD 67,56 per barel. Sedangkan harga minyak US West Texas Intermediate naik 91 sen atau 1,43 persen menjadi USD 64,49 per barel.

AS dan China, dua konsumen minyak teratas dunia, diharapkan dapat mendorong pemulihan permintaan dari pandemi virus korona.

“Bahkan ketika kasus Covid-19 mencapai rekor tertinggi minggu ini, harga minyak telah bergerak lebih tinggi karena meningkatnya jumlah vaksinasi di pasar negara maju,” kata laporan BofA Global Research.

“Data terbaru menunjukkan keefektifan tinggi vaksin dalam mencegah infeksi dan kematian.” tulis laporan tersebut.

Sekitar sepertiga penduduk AS telah divaksinasi penuh.

Masih dari riset yang sama, impor minyak mentah China rata-rata mencatat rekor musiman di bulan Februari dan Maret. Kenaikan impor ini karena adanya peningkatan penjualan mobil, pemulihan perjalanan lokal dan industri yang mulai aktif kembali.