Coconut Shake, Tren Minuman Kelapa yang Dianggap Lebih Sehat dari Bubble Tea

Dimatadunia.com adalah sebuah website yang membagikan sebuah fakta tentang yang ada di belahan dunia,yang selalu memberikan berita terupdate,sebuah jurnal akan membagikan sebuah cerita yang ada di dunia.sebuah jurnal tidak ada update tentang berita kebohongan dunia,tapi sebuah jurnal akan cerita tentang fakta yang ada di dunia.

Dimatadunia.com – Minuman bubble tea yang hype selama beberapa tahun terakhir mulai menemukan pesaingnya di Singapura. Adalah coconut shake, minuman berbahan kelapa yang mulai banyak ditemui kedainya dengan beragam merek.

Coconut shake pada dasarnya adalah campuran kelapa sangrai, dengan susu dan es krim, yang bisa ditambahkan gula sebagai pemanis. Dikutip dari AsiaOne, Kamis (13/5/2021), minuman tersebut semakin populer di negeri Singa beberapa waktu terakhir.

Hal itu terlihat dari banyaknya outlet yang menawarkan coconut shake sebagai menu utama dan panjangnya antrean pembeli di sejumlah lokasi. Kepopuleran minuman kelapa tersebut turut didukung cuaca di sana yang panas dan lembap.

Di samping, ada embel-embel bahwa minuman itu lebih sehat dibandingkan minuman bubble tea, tetapi dengan sensasi kesegaran setara. Konsumen pun setidaknya tidak terlalu merasa bersalah mengonsumsinya.

Minuman berbahan kelapa itu setidaknya tersedia dalam tiga varian utama, yakni jus kelapa original, coconut shakes, dan coconut shake alpukat. Harganya berkisar dari 3,6 dolar Singapura (sekitar Rp37 ribu) hingga 4,70 dolar Singapura (sekitar Rp51 ribu) untuk ukuran reguler.

Benarkah Lebih Sehat?

Bubble tea sejak lama dikenal sebagai minuman dengan kandungan gula dan tinggi kalori. Dalam laporan yang diunggah Men’s Healthpearl alias bola-bola tapioka bisa menyebabkan kerusakan ginjal karena tingkat asam maleat di dalam produk.

Sementara, coconut shake umumnya terbuat dari air kelapa yang rendah gula dan kalori. Air kelapa juga bermanfaat untuk menghidrasi dan membersihkan ginjal.

Tetapi, penjual coconut shake juga menyediakan beragam topping, seperti es krim, cokelat, dan remahan oreo, yang bisa meningkatkan kalorinya secara drastis. Maka, bila konsumen benar-benar ingin mendapatkan manfaat kesehatan maksimal, sebaiknya membatasi tingkat kemanisasn gula dan beragam toppingnya.